Jakarta, 24 Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional setelah tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil meraih dua medali emas dalam Asian Physics Olympiad (APhO) ke-26 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan. Kompetisi bergengsi tingkat Asia tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai negara dan dikenal sebagai salah satu olimpiade sains paling menantang karena menguji kemampuan teori sekaligus eksperimen laboratorium tingkat tinggi. Dalam ajang tahun ini, Indonesia tidak hanya membawa pulang dua medali emas, tetapi juga tiga medali perunggu dan tiga honorable mention yang membuat posisi Indonesia berada di peringkat kelima Asia. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di bawah Korea Selatan, China, Taiwan, dan Rusia, namun berhasil unggul atas sejumlah negara dengan tradisi sains kuat seperti Jepang, Singapura, Hong Kong, India, Australia, dan Israel. Prestasi tersebut langsung mendapat perhatian luas karena menunjukkan kemampuan pelajar Indonesia bersaing di tingkat internasional dalam bidang sains dan teknologi.
Dua medali emas Indonesia diraih oleh Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta dan Evan Syatia To dari SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang. Sementara tiga medali perunggu berhasil diraih oleh Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Juan Richie dari SMA Kristen Immanuel Pontianak, dan Bagasmora Andreo Sibarani dari SMA Darma Yudha Pekanbaru. Adapun tiga siswa lain yang memperoleh honorable mention yakni Ferrel Gabriel dari SMAK 1 Penabur Jakarta, Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta, dan Kayser Huang dari SMA Darma Yudha Pekanbaru. Tim Indonesia dipimpin oleh Herry Kwee, Zainul Abidin, dan Jong Anly Tan, sementara proses seleksi dan pembinaan dilakukan melalui tahapan seleksi terbuka yang difasilitasi Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri. Kompetisi APhO 2026 sendiri berlangsung pada 17–25 Mei 2026 dan diikuti 28 tim dengan total lebih dari 200 peserta dari berbagai negara Asia serta negara tamu lainnya.
Pengamat pendidikan menilai keberhasilan Indonesia meraih dua medali emas di ajang APhO menjadi bukti meningkatnya kualitas pembinaan sains di tingkat sekolah menengah. Olimpiade fisika internasional dikenal memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi karena peserta tidak hanya diuji kemampuan menghitung dan memahami konsep fisika, tetapi juga keterampilan analisis eksperimen yang kompleks. Persiapan menuju kompetisi seperti ini biasanya membutuhkan latihan intensif selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun melalui sistem pembinaan khusus. Banyak siswa yang mewakili Indonesia berasal dari sekolah dengan tradisi kuat dalam pengembangan sains dan olimpiade akademik. Namun pengamat pendidikan juga menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran pelatih, pembina, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekolah yang konsisten membangun budaya riset dan kompetisi ilmiah sejak dini.
Prestasi Indonesia di APhO 2026 juga dinilai penting dalam memperkuat optimisme terhadap kualitas generasi muda Indonesia di bidang sains dan teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi internasional menjadi salah satu indikator perkembangan kemampuan akademik pelajar Indonesia di tingkat global. Pengamat teknologi menjelaskan bahwa keberhasilan di bidang sains dasar seperti fisika memiliki kaitan erat dengan masa depan pengembangan teknologi nasional, mulai dari kecerdasan buatan, energi, hingga industri teknologi tinggi. Oleh sebab itu, banyak pihak mendorong agar pembinaan talenta sains tidak hanya terfokus pada kompetisi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat riset dan inovasi jangka panjang di Indonesia. Dukungan terhadap pendidikan STEM atau science, technology, engineering, and mathematics juga dinilai semakin penting untuk menghadapi persaingan global berbasis teknologi di masa depan.
Keberhasilan tim Olimpiade Fisika Indonesia membawa pulang dua medali emas dari Korea Selatan menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan nasional. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa pelajar Indonesia memiliki kemampuan bersaing di level internasional apabila mendapatkan pembinaan, fasilitas, dan dukungan yang memadai. Banyak masyarakat berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lain untuk terus mengembangkan minat di bidang sains dan teknologi. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kualitas sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa di masa depan. Dengan semakin banyaknya prestasi internasional di bidang akademik, optimisme terhadap lahirnya generasi ilmuwan dan inovator muda Indonesia pun terus tumbuh semakin kuat.





