Jakarta, 6 September 2026 – Billy Syahputra mengungkap pandangannya mengenai keromantisan seorang laki-laki ketika menjalani hubungan dengan pasangan. Di tengah perayaan dua tahun pernikahannya dengan Vika Kolesnaya, Billy justru menilai predikat pria romantis tidak selalu menggambarkan karakter seseorang yang sebenarnya. Menurutnya, sejumlah tindakan yang selama ini dianggap romantis terkadang sengaja dilakukan seorang pria untuk membuat pasangannya merasa bahagia. Adik mendiang Olga Syahputra itu bahkan secara terbuka menyebut anggapan bahwa laki-laki selalu memiliki sisi romantis sebagai sesuatu yang tidak sepenuhnya benar. Bagi Billy, perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan pasangan mempunyai nilai yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar mendapatkan label romantis. Pandangan tersebut ia sampaikan ketika membahas kehidupan rumah tangganya bersama Vika yang telah memasuki tahun kedua.
Billy menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa sebagai sosok laki-laki yang secara alami mempunyai karakter romantis. Ia bahkan menggunakan istilah “omong kosong” ketika membicarakan label laki-laki romantis karena menurutnya tindakan seperti memberikan bunga belum tentu menggambarkan sifat seseorang secara keseluruhan. Dalam pandangannya, apa yang dianggap romantis sering kali muncul dari cara pasangan melihat sebuah tindakan sederhana. Seorang laki-laki mungkin memberikan hadiah atau membuat kejutan karena mengetahui hal tersebut akan membuat pasangannya senang. Billy tidak melihat tindakan semacam itu sebagai sesuatu yang salah, tetapi ia memilih menyebutnya sebagai bentuk usaha memahami pasangan. Karena alasan tersebut, ia lebih nyaman menggambarkan dirinya sebagai laki-laki yang berusaha peka dibandingkan sebagai sosok yang romantis.
Kepekaan menjadi hal yang berulang kali ditekankan Billy ketika berbicara mengenai hubungan dengan Vika. Menurutnya, seorang laki-laki perlu mengetahui apa yang disukai pasangannya sekaligus memahami keinginan yang terkadang tidak disampaikan secara langsung. Kemampuan membaca situasi tersebut dianggap lebih penting daripada melakukan berbagai gestur besar hanya untuk terlihat romantis di mata orang lain. Billy menyadari setiap perempuan mempunyai cara berbeda dalam menerima perhatian sehingga tidak ada satu bentuk perlakuan yang dapat diterapkan kepada semua pasangan. Dalam hubungannya dengan Vika, ia berusaha mengenali hal-hal sederhana yang dapat membuat istrinya merasa diperhatikan. Prinsip tersebut kemudian diterapkannya ketika menyiapkan kejutan pada perayaan ulang tahun pernikahan mereka.
Billy dan Vika merayakan anniversary kedua pernikahan mereka pada 29 Agustus 2026. Pada kesempatan tersebut, Billy memberikan kejutan berupa buket uang yang dirangkai menyerupai bunga dengan menggunakan pecahan Rp100 ribu. Hadiah itu kemudian menarik perhatian karena terlihat seperti gestur romantis yang sengaja dipersiapkan untuk sang istri. Namun, Billy mempunyai penjelasan berbeda mengenai alasan dirinya memilih bentuk hadiah tersebut. Ia mengaku sebenarnya lebih memilih memberikan uang secara langsung daripada membuat rangkaian hadiah yang rumit. Karena mengetahui Vika menyukai bunga, Billy kemudian menggabungkan kedua hal tersebut dengan membuat uang menjadi sebuah buket.
Pilihan itu menurut Billy merupakan contoh bagaimana kepekaan terhadap pasangan dapat diterapkan melalui tindakan sederhana. Ia mengetahui Vika menyukai bunga, sementara dirinya merasa memberikan uang akan lebih praktis dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Dari situ muncul keputusan membuat rangkaian uang berbentuk bunga sehingga tetap memberikan sesuatu yang disukai sang istri tanpa meninggalkan karakter Billy sendiri. Ia bahkan bercanda bahwa daripada bunga asli akhirnya layu dan terbuang, dirinya memilih memberikan “bunga uang” kepada Vika. Meski disampaikan dengan gaya khasnya yang santai, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Billy memperhatikan preferensi istrinya. Bagi Billy, memahami hal kecil seperti itu justru menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan setelah menikah.
Billy juga mengungkapkan bahwa Vika sebenarnya bukan tipe perempuan yang menuntut hadiah mahal dari dirinya. Menurut Billy, sang istri dapat merasa senang hanya dengan mendapatkan satu atau dua tangkai bunga, termasuk mawar merah yang sederhana. Karakter tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Billy merasa nyaman menjalani rumah tangga bersama perempuan asal Belarus itu. Ia menilai kebahagiaan pasangan tidak selalu harus diwujudkan melalui hadiah dengan nilai besar atau kejutan yang berlebihan. Mengetahui hal sederhana yang disukai pasangan kemudian memberikannya pada waktu yang tepat dinilai sudah dapat mempunyai arti tersendiri. Hal tersebut pula yang membuat Billy semakin menekankan pentingnya kepekaan dibandingkan mengejar citra sebagai suami romantis.
Selain memberikan buket uang, Billy juga mengikuti keinginan Vika untuk menikmati makan malam romantis di sebuah restoran dalam rangka memperingati dua tahun pernikahan mereka. Billy mengakui kegiatan semacam itu bukan sesuatu yang selalu muncul dari keinginannya sendiri. Namun, ia memahami bahwa sang istri menginginkan momen khusus untuk memperingati perjalanan rumah tangga mereka. Karena itu, Billy memilih mengikuti keinginan Vika dan menikmati perayaan tersebut bersama. Sikap tersebut kembali digunakan Billy untuk menjelaskan perbedaan antara romantis dan peka menurut versinya. Ia merasa tidak perlu menyebut dirinya romantis selama tetap dapat memahami hal yang membuat pasangan bahagia.
Pernyataan Billy mengenai laki-laki romantis pun disampaikannya dengan gaya bercanda yang selama ini menjadi ciri khasnya ketika berbicara di hadapan publik. Meski menggunakan istilah yang cukup tegas, inti pandangannya bukan menolak tindakan romantis dalam sebuah hubungan. Ia lebih menyoroti pentingnya tindakan yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan pasangan dibandingkan sekadar mengikuti standar romantisme yang dibentuk orang lain. Memberikan bunga, makan malam bersama, atau memberikan hadiah tetap dapat dilakukan selama tindakan tersebut memang mempunyai arti bagi pasangan. Billy menilai perhatian yang diberikan secara tepat dapat terasa lebih bermakna dibandingkan gestur besar yang dilakukan tanpa memahami keinginan orang yang menerimanya. Cara pandang tersebut juga terlihat dari bagaimana ia memilih hadiah anniversary untuk Vika.
Memasuki tahun kedua pernikahan, Billy dan Vika juga mulai mendapatkan pertanyaan mengenai kemungkinan menambah anggota keluarga. Billy mengaku terbuka apabila dirinya kembali mendapatkan momongan, tetapi tidak ingin terlalu memaksakan mengenai waktunya. Ia memilih menjalani kehidupan rumah tangga bersama Vika dengan menikmati proses yang sedang berlangsung. Kehadiran anak berikutnya menurut Billy merupakan sesuatu yang akan diterima dengan bahagia apabila waktunya memang telah tiba. Sikap santai tersebut sejalan dengan cara Billy membicarakan berbagai hal dalam rumah tangganya, termasuk mengenai romantisme. Baginya, kebahagiaan keluarga tidak harus selalu dibangun berdasarkan ekspektasi orang lain, melainkan melalui komunikasi dan pemahaman antara dirinya dengan Vika.
Pandangan Billy Syahputra mengenai romantisme pada akhirnya memperlihatkan caranya sendiri dalam menjalani hubungan dengan Vika Kolesnaya. Ia mungkin tidak ingin disebut sebagai laki-laki romantis, tetapi tetap berusaha memberikan perhatian berdasarkan hal-hal yang disukai istrinya. Buket uang pada anniversary kedua menjadi salah satu contoh bagaimana Billy menggabungkan sifat praktisnya dengan keinginan Vika mendapatkan bunga. Ia juga bersedia mengikuti keinginan sang istri untuk menikmati makan malam romantis meskipun tidak menganggap dirinya sebagai pria yang gemar melakukan gestur semacam itu. Bagi Billy, memahami pasangan, memiliki kepekaan, dan mengetahui apa yang membuat pasangan bahagia jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan predikat romantis. Prinsip tersebut yang ingin terus dipertahankannya dalam menjalani kehidupan rumah tangga bersama Vika.




