Jakarta, 13 Mei 2026 – Pemerintah mulai mempercepat rencana pembangunan jalur double-double track (DDT) Bekasi-Cikarang setelah terjadinya kecelakaan maut yang melibatkan kereta api dan menimbulkan perhatian besar masyarakat. Proyek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan, kapasitas perjalanan kereta, serta mengurangi risiko gangguan operasional di jalur padat kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.
Kecelakaan yang terjadi sebelumnya kembali menyoroti tingginya kepadatan lalu lintas kereta di jalur Bekasi-Cikarang yang menjadi salah satu lintasan tersibuk di Indonesia. Jalur tersebut digunakan secara bersamaan oleh kereta jarak jauh, kereta barang, dan kereta komuter sehingga potensi gangguan maupun risiko kecelakaan menjadi lebih tinggi apabila kapasitas infrastruktur tidak segera ditingkatkan.
Pemerintah menilai pembangunan DDT menjadi solusi strategis untuk memisahkan jalur perjalanan kereta berdasarkan jenis layanan. Dengan sistem double-double track, perjalanan kereta komuter dan kereta jarak jauh dapat berjalan di lintasan berbeda sehingga mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan operasional. Selain itu, waktu perjalanan juga diharapkan menjadi lebih efisien karena potensi antrean kereta dapat ditekan.
Pengamat transportasi menilai jalur Bekasi-Cikarang memang sudah lama membutuhkan peningkatan kapasitas karena pertumbuhan jumlah penumpang dan aktivitas logistik terus meningkat setiap tahun. Kawasan timur Jakarta hingga Cikarang kini menjadi pusat industri dan permukiman yang sangat padat sehingga kebutuhan transportasi massal berbasis rel semakin besar. Tanpa pengembangan infrastruktur, tekanan terhadap sistem transportasi dinilai akan semakin berat.
Selain aspek keselamatan, pembangunan DDT juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna kereta komuter yang selama ini sering menghadapi keterlambatan akibat padatnya jalur. Banyak penumpang berharap pemisahan lintasan nantinya dapat membuat jadwal perjalanan lebih stabil dan mengurangi gangguan operasional yang sering terjadi pada jam sibuk.
Pemerintah disebut tengah mempercepat koordinasi terkait pembebasan lahan, pembangunan jalur tambahan, serta penyesuaian infrastruktur pendukung lainnya. Proyek DDT sendiri sebelumnya telah menjadi bagian dari rencana besar pengembangan transportasi perkotaan Jabodetabek, namun proses pengerjaannya menghadapi berbagai tantangan teknis dan administratif yang cukup kompleks.
Kecelakaan maut yang terjadi sebelumnya kini menjadi momentum baru bagi percepatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Banyak pihak menilai tragedi tersebut harus menjadi pelajaran penting bahwa peningkatan keselamatan transportasi tidak dapat ditunda, terutama di jalur dengan tingkat mobilitas sangat tinggi seperti Bekasi-Cikarang.
Dengan pembangunan DDT, pemerintah berharap sistem transportasi kereta di kawasan Jabodetabek dapat menjadi lebih aman, efisien, dan mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. Di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat, penguatan transportasi massal berbasis rel dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung perkembangan wilayah perkotaan di masa depan.






