Jakarta, 20 Mei 2026 – Bank Syariah Indonesia atau BSI melibatkan puluhan UMKM binaan dalam upaya mendorong produk-produk kebutuhan haji dan umrah buatan Indonesia agar mampu menembus pasar global. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi syariah nasional sekaligus pemberdayaan pelaku usaha kecil agar memiliki akses lebih luas ke pasar internasional. Produk yang dipromosikan mencakup berbagai kebutuhan jamaah seperti makanan, fesyen muslim, perlengkapan ibadah, hingga produk kesehatan dan oleh-oleh khas Indonesia. BSI menilai sektor ekonomi berbasis haji dan umrah memiliki potensi besar karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah terbesar di dunia. Oleh sebab itu, pengembangan UMKM di sektor ini dianggap memiliki peluang ekonomi yang sangat menjanjikan.
Pengamat ekonomi syariah menjelaskan bahwa ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak hanya berkaitan dengan layanan perjalanan ibadah, tetapi juga mencakup industri produk halal, makanan, fesyen, dan perlengkapan penunjang lainnya. Dengan jumlah jamaah Indonesia yang sangat besar setiap tahun, kebutuhan terhadap produk-produk terkait ibadah memiliki pasar yang luas baik di dalam negeri maupun internasional. Oleh sebab itu, pelaku UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung akses pembiayaan, pelatihan, dan promosi yang tepat. Penguatan UMKM halal juga disebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.
BSI disebut terus mendorong UMKM binaan agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar internasional. Pengamat bisnis UMKM menjelaskan bahwa tantangan terbesar pelaku usaha kecil biasanya berkaitan dengan standar kualitas, sertifikasi, pemasaran, dan akses distribusi global. Dukungan lembaga keuangan dan pendampingan bisnis dianggap sangat penting agar produk lokal mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Selain itu, perkembangan platform digital kini juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumen internasional tanpa harus memiliki jaringan distribusi besar secara konvensional.
Di sisi lain, pengamat ekonomi nasional menilai penguatan UMKM berbasis produk halal dan kebutuhan haji dapat membantu memperluas ekspor nonmigas Indonesia. Industri halal global sendiri terus berkembang dengan nilai pasar yang sangat besar, terutama di negara-negara dengan populasi muslim tinggi. Indonesia dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat produksi produk halal dunia apabila mampu memperkuat kualitas dan konsistensi industri domestik.
Keterlibatan puluhan UMKM binaan dalam program BSI kini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produk Indonesia di pasar ekonomi syariah global. Banyak pihak berharap langkah ini dapat membantu UMKM lokal naik kelas sekaligus meningkatkan citra produk halal Indonesia di dunia internasional. Pengamat ekonomi menilai pengembangan sektor UMKM berbasis haji dan halal dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang strategis bagi Indonesia di masa depan.







