Jakarta, 1 September 2026 – Borneo FC memilih bersikap realistis dalam menghadapi kompetisi Super League 2026-2027. Manajer Borneo FC Dandri Dauri mengatakan pihaknya menyerahkan hasil akhir perjalanan tim kepada ketetapan Tuhan, sembari memastikan seluruh elemen klub akan bekerja maksimal untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pencapaian musim sebelumnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa manajemen tidak ingin terbebani oleh ekspektasi tinggi meski performa Pesut Etam dalam beberapa musim terakhir cukup konsisten. Borneo FC tetap memiliki ambisi untuk bersaing di papan atas, tetapi target akhir tidak ingin dijadikan tekanan berlebihan bagi tim. Fokus utama klub adalah menjalankan proses dengan sebaik mungkin di sepanjang kompetisi.
Dandri menegaskan bahwa usaha tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Borneo FC. Menurutnya, hasil pertandingan memang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh manusia sehingga tim harus berusaha maksimal sembari menerima apa pun hasil akhirnya. Pendekatan tersebut menjadi cara manajemen menjaga keseimbangan antara ambisi dan kerendahan hati. Para pemain tetap diminta memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan tanpa terlalu memikirkan tekanan mengenai posisi akhir klasemen. Dengan pola tersebut, Borneo FC berharap dapat menjalani kompetisi dengan mental yang lebih tenang dan fokus.
Performa Borneo FC dalam beberapa musim terakhir memang membuat ekspektasi terhadap klub semakin tinggi. Pesut Etam sempat berada di puncak klasemen pada fase liga musim 2023-2024 ketika kompetisi masih menggunakan format liga dan championship series. Pada musim berikutnya, mereka harus puas mengakhiri kompetisi di posisi kelima dengan koleksi 56 poin. Performa kemudian kembali meningkat pada musim 2025-2026 ketika Borneo FC mampu finis sebagai runner-up. Mereka mengumpulkan 79 poin, jumlah yang sama dengan Persib Bandung sebagai juara, tetapi harus kehilangan posisi teratas karena kalah dalam produktivitas selisih gol.
Catatan tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi Borneo FC untuk menghadapi musim baru. Pencapaian sebagai runner-up membuat masyarakat Samarinda dan para pendukung tentu berharap tim dapat kembali bersaing dalam perebutan gelar. Namun, manajemen menyadari bahwa mempertahankan konsistensi tidak selalu mudah karena setiap musim menghadirkan tantangan berbeda. Persaingan antarklub juga semakin ketat dengan perubahan komposisi pemain dan strategi masing-masing tim. Karena itu, Borneo FC memilih untuk tidak terburu-buru menetapkan target yang dapat menjadi beban tambahan.
Dandri juga mengakui keberhasilan musim lalu memberikan motivasi sekaligus tantangan tersendiri. Borneo FC harus membuktikan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar hasil dari momentum, tetapi merupakan buah dari proses yang dapat dipertahankan. Konsistensi menjadi pekerjaan penting karena tim harus menghadapi banyak pertandingan dalam kompetisi yang panjang. Para pemain dituntut menjaga kondisi fisik, konsentrasi, dan semangat bertanding dari satu laga ke laga berikutnya. Manajemen juga berharap dukungan masyarakat Samarinda kembali memberikan energi positif kepada skuad sepanjang musim.
Salah satu tantangan yang dihadapi Borneo FC adalah mempertahankan momentum kemenangan. Setelah meraih catatan positif pada musim sebelumnya, tekanan untuk mengulang pencapaian tersebut tentu semakin besar. Dandri bahkan menyinggung tantangan untuk kembali meraih rangkaian kemenangan seperti yang pernah dicapai tim. Namun, ia memahami bahwa setiap pertandingan memiliki karakter dan tingkat kesulitan yang berbeda. Karena itu, Borneo FC harus menjaga fokus dan tidak terlena oleh keberhasilan yang telah diraih sebelumnya.
Persiapan menghadapi musim 2026-2027 pun menjadi kesempatan bagi tim untuk melakukan evaluasi. Setiap kekurangan dari kompetisi sebelumnya perlu diperbaiki agar Borneo FC memiliki fondasi yang lebih kuat. Kualitas pemain, kedalaman skuad, strategi pelatih, serta kemampuan menjaga konsistensi akan menjadi faktor penting dalam perjalanan musim. Manajemen juga perlu memastikan seluruh kebutuhan tim dapat terpenuhi sehingga pemain bisa berkonsentrasi menghadapi pertandingan. Dengan persiapan yang matang, peluang untuk kembali bersaing di papan atas dapat tetap terbuka.
Borneo FC juga tidak ingin terlalu terbebani oleh status sebagai salah satu tim kuat di kompetisi. Ekspektasi tinggi dari suporter justru diharapkan menjadi motivasi bagi pemain untuk bekerja lebih keras. Dukungan masyarakat Samarinda dapat menjadi kekuatan tambahan ketika tim menghadapi pertandingan sulit. Namun, pemain tetap harus menjaga fokus dan tidak menjadikan tekanan eksternal sebagai gangguan. Mental bertanding yang kuat akan sangat dibutuhkan untuk melewati kompetisi panjang dengan hasil yang konsisten.
Pada akhirnya, Borneo FC memilih menyerahkan hasil akhir musim 2026-2027 kepada Sang Pencipta setelah seluruh usaha dilakukan secara maksimal. Manajemen tetap memiliki keinginan untuk membawa tim meraih pencapaian terbaik, tetapi tidak ingin menetapkan batas yang justru membebani perjalanan skuad. Konsistensi, kerja keras, dukungan suporter, dan kesiapan menghadapi setiap pertandingan akan menjadi dasar perjuangan Pesut Etam. Dengan pendekatan tersebut, Borneo FC berharap dapat kembali menunjukkan performa kompetitif dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia. Musim baru pun menjadi kesempatan bagi klub untuk membuktikan kemampuan sekaligus menjawab ekspektasi besar yang muncul setelah pencapaian sebagai runner-up pada musim sebelumnya.





