Jakarta, 11 Mei 2026 – Prabowo Subianto menyatakan tidak mempermasalahkan apabila ada anak dari keluarga mampu yang memilih tidak mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut memang dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia, terutama dari kalangan yang membutuhkan, mendapatkan asupan gizi yang layak.
Pernyataan itu disampaikan di tengah berbagai diskusi publik mengenai pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu agenda besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak di Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan nutrisi, khususnya pelajar dari keluarga kurang mampu. Karena itu, ia menilai tidak menjadi persoalan apabila keluarga yang sudah berkecukupan memilih tidak mengambil bagian dalam program tersebut.
Pemerintah menilai pemenuhan gizi anak menjadi faktor penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Program MBG diharapkan mampu membantu menekan angka kekurangan gizi sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar anak di sekolah.
Selain aspek kesehatan, program tersebut juga disebut memiliki dampak ekonomi karena melibatkan sektor pangan lokal dan pelaku usaha kecil dalam penyediaan makanan. Pemerintah berharap pelaksanaan program dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai fleksibilitas dalam pelaksanaan program memang diperlukan agar bantuan lebih tepat sasaran. Dengan demikian, anggaran negara dapat lebih fokus digunakan untuk kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan.
Meski mendapat dukungan luas, program MBG juga terus menjadi bahan evaluasi terkait mekanisme distribusi, kualitas makanan, hingga kesiapan infrastruktur di berbagai daerah. Pemerintah memastikan pemantauan akan terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan efektif dan transparan.
Prabowo menegaskan bahwa inti dari program tersebut adalah semangat gotong royong dan pemerataan akses gizi bagi anak-anak Indonesia. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat melihat program ini sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Indonesia.





